Bandar Lampung, 14 Oktober 2025 – Newus Technology kembali berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan menjadi dosen tamu di mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Lampung.
Kegiatan ini menghadirkan Antoni, Direktur Utama Newus Technology, dan Yulivia Annisa, Strategic Business Operation Newus Technology, sebagai pemateri utama dengan topik Computational Thinking (CT).
Computational Thinking untuk Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Di awal sesi, Antoni membuka materi dengan pembahasan tentang pentingnya peran teknologi dalam dunia komunikasi modern. Ia menyoroti bagaimana industri IT kini tidak hanya terbatas bagi mahasiswa teknik, tetapi juga menjadi peluang besar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk beradaptasi dan berkembang di era digital.
Menurutnya, memahami dasar berpikir komputasional akan membantu mahasiswa komunikasi lebih siap menghadapi transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai sektor industri.
“Mahasiswa komunikasi saat ini tidak hanya dituntut untuk kreatif, tetapi juga harus mampu berpikir sistematis dan analitis. Itulah mengapa memahami Computational Thinking menjadi penting, bukan untuk membuat kalian menjadi programmer, tapi agar kalian bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang terukur dan efisien,” ujar Antoni.
Penerapan CT di Dunia Mahasiswa
Melanjutkan sesi tersebut, Yulivia Annisa menjelaskan bagaimana Computational Thinking dapat diterapkan dalam keseharian mahasiswa, terutama bagi mahasiswa baru yang sedang beradaptasi dengan ritme perkuliahan.
Masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi kerap menjadi tantangan tersendiri, mulai dari tugas kuliah yang padat, jadwal organisasi, hingga tuntutan untuk berpikir mandiri.
Dalam konteks ini, Computational Thinking hadir sebagai alat bantu untuk berpikir lebih terstruktur dan solutif. Yulivia memperkenalkan empat elemen utama dalam CT, yaitu:
- Decomposition: memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah ditangani.
- Pattern Recognition: mengenali pola atau kesamaan dari masalah yang sering muncul.
- Abstraction: memfokuskan perhatian pada hal-hal penting dan mengabaikan detail yang tidak relevan.
- Algorithmic Thinking: menyusun langkah-langkah logis untuk mencapai solusi yang efektif.
Ia juga mencontohkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan kampus, seperti mengatur jadwal kegiatan, menyusun strategi komunikasi organisasi, hingga menyelesaikan proyek kelompok secara efisien.
“Dengan berpikir komputasional, mahasiswa bisa menghadapi padatnya aktivitas kuliah dengan cara yang lebih sistematis dan tidak mudah kewalahan,” jelas Yulivia.
Membangun Semangat Digital di Awal Perkuliahan
Kuliah umum ini menjadi sesi pembuka yang inspiratif bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi Universitas Lampung.
Selain memperkenalkan konsep teknologi yang relevan, kegiatan ini juga memberikan semangat agar mahasiswa mampu memanfaatkan pola pikir komputasional sebagai bekal menghadapi dunia perkuliahan dan dunia kerja yang semakin terhubung secara digital.
Melalui kegiatan ini, Newus Technology menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dunia pendidikan di Lampung melalui transfer ilmu dan kolaborasi lintas disiplin.
Dengan pengalaman di bidang pengembangan software, digital solution, dan teknologi pendidikan, Newus percaya bahwa kemampuan berpikir sistematis dan kreatif akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda di era transformasi digital.
.jpg&w=3840&q=75)