newus.id – ERD atau Entity Relationship Diagram merupakan sebuah langkah awal dalam penyusunan database. Basis data atau yang lebih dikenal dengan nama database merupakan kumpulan data yang terorganisir dan saling terkait, yang disimpan dan dikelola dalam sistem komputer. Basis data dirancang untuk memungkinkan penyimpanan, pengambilan, pengelolaan, dan manipulasi data dengan cara yang efisien dan efektif.
Untuk dapat mengembangan sistem informasi yang terstruktur dan fungsional, seorang pengembang harus khatam terkait topik ini. Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas hal dasar seputar ERD, model data, dan lainnya. Supaya lebih jelasnya yuk langsung simak pembahasannya di bawah ini!.
Pengertian Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram atau yang biasa dikenal dengan ERD merupakan sebuah diagram hubungan entitas yang kerap kali digunakan untuk merancang suatu database yang menunjukkan relasi antar objek atau entitas beserta atributnya secara detail. Dengan menggunakan ERD, database yang akan atau sedang dibentuk dapat dirancang menjadi lebih terstruktur.
Tidak hanya digunakan untuk merancang database, ERD juga kerap kali digunakan untuk debugging database apabila terjadi sebuah masalah pada database. Tidak mudah melakukan debugging pada database, terlebih lagi apabila database yang bermasalah memiliki banyak tabel. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dengan menggambarkan skema database menggunakan ERD akan mempermudah dan mempercepat penemuan hingga menyelesaikan masalahh yang terjadi pada database.
Jenis – Jenis Model Data ERD
Penyusunan database yang tepat harus membuat penentuan terlebih dahulu mengenai jenis model data apa yang nantinya akan digunakan. Hal ini akan mempengaruhi ketika proses pengembangan aplikasi sedang berlangsung. Model data ERD konseptual sangat berguna sebagai dokumentasi segala bentuk arsitektur data dari sebuah organisasi.
Model ini dapat digunakan untuk satu atau bahkan lebih jenis model data logis lainnya. Tujuan dari pengembangannya tak lain untuk membangun struktur metadata pada data master entitas dan set ER model logis. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut beberapa jenis model data ERD, antara lain:
Model Data Konseptual
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Model data konseptual sendiri tergolong model data yang paling tinggi dikarenakan berisikan data – data detail di dalamnya. Dengan kata lain, bahwa data konseptual ini dapat digunakan sebagai model dasar untuk membuat satu hingga lebih dari model data logis. Tujuannya yakni memudahkan penggambaran yang jelas tentang struktur database yang terdiri dari entitas dan relasi antara setiap entitas.
Model Data Logis
Model data logis merupakan sebuah pengembangan model dari model data konseptual, karenanya dalam proses pembuatan model ini dibuat lebih detail dari model data konseptual dan dibuat setelah model data konseptual berhasil diselesaikan. Model ini digunakan ketika ingin menambahkan informasi secara eksplisit kedalam unsur model konseptual. Di dalam model data logis juga terdapat beberapa komponen seperti, entitas data master, operasional, dan transaksionla.
Model Data Fisik
Model data fisik merupakan pengembangan lanjutan dari tiap – tiap model data logis. Model yang satu ini biasanya akan digunakan ketika ingin merancang sebuah database. Dalam menentukan metadata structural di dalam sebuah sistem manajamen database, model data fisik ini kerap kali digunakan untuk proses ini sebagai objek penyimpanan data yang bersifat relasional, misalnya seperti tabel, indeks, dan trigger di database.
Komponen – Komponen dari Entity Relationship Diagram (ERD)
Setelah mengetahui dasar – dasar dari model data ERD, pembahasan selanjutnya yakni komponen apa saja sih yang terdapat di dalam sebuah ERD?. Untuk mengetahui selengkapnya, yuk simak penjelasan dari tiap – tiap komponen utama yang terdapat di dalam sebuah ERD berikut ini.
Entitas
Komponen pertama yaitu entitas. Entitas sendiri adalah sekumpulan objek yang dapat diidentifikasi secara untuk dan berbeda dari yang satu dengan lainnya. Lambang persegi panjang menjadi simbol untuk komponen Entitas ini.
Perlu diketahui juga, bahwa ada yang dinamakan dengan sebutan “Entitas Lemah”. Mengapa dinamakan “Entitas Lemah”? dikarenakan entitas tersebut harus terhubung langsung dengan entitas yang lain, yang menyebabkan entitas ini tidak dapat diidentifikasi secara unik. Untuk entitas ini digambarkan dengan lambang persegi panjang kecil di dalam persegi panjang yang besar.
Atribut
Komponen kedua yakni Atribut. Di masing – masing entitas tentu memiliki atribut yang berfungsi sebagai penjelas atau pendeskripsi karakteristik dari entitas tersebut. Ada beberapa jenis atribut di dalam ERD, diantaranya yaitu:
- Atribut kunci
Dikatakan atribut kunci karena digunakan untuk menentukan data yang bersifat unik. Umumnya data dari atribut ini berupa sebuah angka, seperti NIK, Nomor SIM, NPWP, dan data lainnya.
- Atribut simpel
Atribut simpel merupakan sebuah atribut yang tidak dapat dipecah lagi atau atomic dan memiliki nilai Tunggal. Contohnya seperti alamat kantor, alamat rumah, nama penerbit, dan data serupa yang bersifat tunggal lainnya.
- Atribut multinilai
Atribut multinilai atau multivalue adalah atribut yang dapat menyimpan beberapa nilai untuk setiap entitasnya. Sebagai contoh, ini bisa berupa daftar nama pengarang yang terdapat dalam sebuah novel.
- Atribut gabungan
Atribut gabungan atau yang sering disebut atribut Composite adalah sebuah atribut yang berasal dari susunan atribut yang lebih kecil dalam artian tertentu. Misalnya seperti data terkait nama lengkap, yang mana biasanya terdiri dari nama depan, tengah, dan juga belakang.
- Atribut derivative
Atribut derivative adalah atribut yang asalnya dari atribut lain dan sifatnya tidak wajib untuk ditulis pada ERD. Misalnya pada data usia, selisih waktu, ruang, dan data lainnya.
Relasi
Komponen yang ketiga yaitu Relasi, sebuah hubungan antara beberapa jenis entitas yang asalnya dari himpunan entitas yang berbeda. Lambang dari komponen Relasi ini berupa bentuk belah ketupat. Pada komponen ini sendiri terdapat tiga jenis relasi yang selalu digunakan pada ERD. Adapun tiga jenis relasi tersebut sebagai berikut:
- One to One
Relasi one to one menunjukkan bahwa setiap entitas hanya dapat berhubungan dengan satu entitas lain. Misalnya, dalam konteks data pendidikan, setiap mahasiswa memiliki NIM (Nomor Induk Mahasiswa) yang unik dan hanya dapat dimiliki oleh satu mahasiswa saja.
- One to Many
Relasi one to many berarti satu entitas dapat terhubung dengan beberapa entitas lainnya, sedangkan entitas lain tersebut mungkin hanya berhubungan kembali dengan satu entitas. Contoh dari relasi ini adalah hubungan antara jurusan dengan mahasiswa, di mana satu jurusan dapat memiliki banyak mahasiswa yang terdaftar di dalamnya.
- Many to Many
Relasi many to many mengindikasikan bahwa setiap entitas dapat memiliki hubungan dengan beberapa entitas lain, dan sebaliknya. Contohnya adalah hubungan antara mahasiswa dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), di mana seorang mahasiswa bisa terlibat dalam berbagai kegiatan UKM, dan setiap UKM dapat diikuti oleh banyak mahasiswa.
Garis
Komponen terakhir yakni Garis. Di dalam ERD sendiri, komponen garis difungsikan untuk penunjuk hubungan entitas. Selain berperan sebagai penghubung, garis juga dapat menunjukkan sebuah flow dari suatu ERD itu sendiri.
Kesimpulan
Dalam artikel ini, kita telah membahas secara mendasar tentang Entity Relationship Diagram (ERD), yang merupakan alat penting dalam perancangan basis data. Kami telah menjelaskan pengertian dasar ERD, serta berbagai jenis model data yang dapat diterapkan di dalamnya. Selain itu, kami juga menguraikan komponen utama yang membentuk ERD, seperti entitas, atribut, dan relasi.
Setelah membaca artikel ini, diharapkan pemahamanmu tentang ERD semakin jelas. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya. Jangan lewatkan artikel lainnya mendatang meliputi dunia pemrograman!
.png&w=3840&q=75)